Selasa, 21 Oktober 2025

Pentingnya Membangun Generasi Anti Narkoba Menuju Generasi Berprestasi

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Yang terhormat para dewan juri lomba

Yang saya hormati segenap panitia dan hadirin yang berbahagia..

Marilah kita haturkan puji Syukur kehadirat Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang tak pilih kasih dan tak pilih sayang, yang NikmatNya selalu ada tak pernah hilang, yang RahmatNya selalu mengalir tanpa batas yang tak terbilang, marilah kita mengucap Alhamdulillah..

Shalawat bermutiarakan salam marilah kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membimbing kita dari zaman jahiliyah menuju jalan yang terang yakni addinul Islam wal imaan, dengan ucapan “Allahumma sholli ‘ala sayyidinaaaa muhammad wa ‘ala ali sayyidina muhammad”. Semoga dengan lantunan shalawat ini kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat nanti. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin …

 

Hadirin yang berbahagia

Kemajuan IPTEK sangatlah berpengaruh terhadap kehidupan manusia saat ini. Perubahan tersebut satu sisi membawa kemudahan dan di sisi lain menimbulkan kegelisahan. Kemudahan yang dimaksud adalah kita semua dapat dengan mudahnya berbagi, dan mengakses apapun dengan instan cepat dan tepat, tidak memerlukan waktu yang lama. Tetapi yang membuat gelisah adalah karena kecepatan dan kemudahan akses tersebutlah sehingga perlu adanya kontrol dan awas diri terhadap konten-konten negatif. Selain itu hadirin, saat ini transaksi perdagangan narkoba dilakukan secara daring atau yang lebih dikenal sebagai ancaman kejahatan cyber. Melalui internet, pengedaran narkoba lebih mudah dan sulit terdeteksi. Oleh karenanya saya di sini ingin membahas mengenai “Pentingnya Membangun Generasi Anti Narkoba Menuju Generasi Berprestasi”

Hadirin yang dirahmati Allah

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, pada September 2024, jumlah kasus kejahatan dan peredaran narkoba yang ditangani Polri sebesar 18,86 persen dari jumlah total penanganan kasus kejahatan dan peredaran narkoba di tahun 2024. Angka tersebut semakin meningkat, hingga 1,51 persen dari Agustus 2024. Nilai ini sudah cukup menghawatirkan, bagaimana tidak hadirin? Pengguna narkoba ini bukan hanya orang dewasa saja, tetapi juga para remaja. Jika remaja yang menggunakan, maka rentan penggunaan jangka panjang. Sedangkan para remaja ini adalah para penerus bangsa. Apa jadinya jika generasi penerus bangs akita ini terjerumus ke dalam Lembah hitam? Maka dari itu hadirin pentingnya peranan orang tua terhadap putra-putrinya. Menurut psikolog Myrna Anissaniwaty, ketika remaja merasa didukung oleh orang tua tanpa disertai judgement, maka generasi muda atau remaja akan lebih mudah mengambil keputusan yang positif.

Yang kedua pendidikan kunci pembentukan generasi anti narkoba. Jika generasi muda kita disibukkan dengan hal-hal yang positif, kegiatan yang membentuk karakter dan mengasah softskill atau keterampilannya sehingga tumbuh rasa percaya diri pada dirinya, maka mereka tidak ada waktu untuk berkenalan dengan barang haram tersebut. Mereka akan terus sibuk memperbaiki diri dan menghiasi dirinya dengan ribuan prestasi. Betul apa betul hadirin?

Nah yang ketiga yang tidak kalah pentingnya, penumbuhan kesadaran diri dan motivasi dari diri sendiri untuk meninggalkan barang-barang terlarag tersebut. Ditambah dengan memperkuat atau memperdalam nilai spiritual, memilih lingkungan yang positif, dan tentunya rutin berolahraga. Sehingga dengan cara-cara tersebut diharapkan generasi penerus bangsa dapat terhindar dari penggunaan narkoba.

 

Hadirin yang dirahmati Allah

Narkoba adalah musuh kita bersama, perlu adanya raihan tangan bersama untuk membasmi narkoba demi mewujudkan generasi bumi pertiwi tercinta kita ini menjadi generasi emas berprestasi. Tanpa bantuan dan dukungan dari semua kalangan dan kesadaran diri, maka semua tidak akan mudah untuk dicapai. Semoga kita, teman, saudara dan keluarga kita terhindar dan terjauhkan dari lingkaran hitam tersebut, aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin..

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Karena kurangnya dari saya kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Kalau ada sumur di ladang, bolehkah saya menumpang mandi?
Apabila ada umur yang panjang, bolehkah kita berjumpa lagi.

Wabillahi taufiq wal hidayah, waridha wal inayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pidato Bahasa Indonesia

Memanfaatkan Media Sosial untuk Meningkatkan Literasi dan Nilai Keislaman

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

….

Yang terhormat para dewan juri,

Yang saya hormati segenap panitian dan hadirin yang berbahagia

Marilah kita haturkan puji Syukur kehadirat Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Yang tak pilih kasih dan tak pilih sayang, yang NikmatNya selalu ada tak pernah hilang, yang RahmatNya selalu mengalir tak terbilang,..

Shalawat bermutiarakan salam marilah kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membimbing kita dari zaman jahiliyah menuju jalan yang terang yakni addinul Islam wal imaan, dengan ucapan “Allahumma sholli ‘ala sayyidinaaaa muhammad wa ‘ala ali sayyidina muhammad”. Semoga dengan lantunan shalawat ini kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat nanti. Aamiin aamiin ya rabbal ‘alamiin …

 

Hadirin yang berbahagia

Saat ini kita hidup di zaman yang serba modern, betul? Segala sesuatunya sudah lebih maju, lebih cepat, lebih mudah untuk dikenal dan terkenal. Yang jauh didekatkan, yang dekat bisa dijauhkan. Kalau dulu, kita sulit untuk bertemu karena kendala tranportasi, sulit berhubungan jarak jauh karena keterbatasan alat komunikasi, nah kalau sekarang sudah ada alat komunikasi malah fokus dan asyik sendiri, betul apa betul? Padahal ada di ruangan dan dimensi waktu yang sama. Selain itu efek yang muncul karena kecepatan media sosial kita saat ini yaitu berita dan informasi baik itu posistif maupun negatif, bisa jadi orang lain yang nun jauh di sana bisa tahu detik itu juga. MasyaaAllah.. Hadirin sekalian, Berdasarkan perkembangan zaman dan percepatan informasi dari media sosial ini, bagaimana kalau kita manfaatkan dalam hal kebaikan dan memajukan negara dengan memajukan generasi mudanya? Karenanya saya akan membahas tentang “Memanfaatkan Media Sosial untuk Meningkatkan Daya Literasi dan Nilai Keislaman” khususnya pada kaum remaja.

 

Hadirin sekalian

Saat ini ada yang Namanya teknologi AI (Artificial Intelligence), namun kurang dimanfaatkan secara baik oleh remaja kita saat ini. Karena minimnya literasi sehingga bisa dikatakan hidup di zaman modern, alatnya saja yang modern, tapi orangnya tidak. Gadgetnya saja yang modern, tapi pengetahuannya masih ketinggalan zaman. Apakah mau dicap seperti itu hadirin? Hadirin sekalian, dengan kemajuan teknologi dan informasi ini, bisa kita gunakan dengan sebaik mungkin untuk mencari informasi-informais penting, kita manfaatkan untuk meningkatkan literasi dan pengetahuan, karena bahan bacaan kita sudah tak terhingga banyaknya, kalau dulu hadirin, zamannya orang tua, kakek nenek kita kan susah untuk membaca buku, kita nih bergelimangan informasi, buku, ebook sudah tersedia, jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan, betul apa betul? Media sosial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi dan nilai keislaman dengan berbagai cara, di antaranya: berdakwah, menyebarkan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat melalui status, postingan, video, audio maupun tulisan. 

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Artinya: "Sampaikanlah dariku, walau satu ayat." H.R. Bukhari

 

Hadirin yang dirahmati Allah

 

Jadi marilah kita sama-sama mengupgrade diri kita, pengetahuan kita, dan sikap kita agar tidak hanya gadget saja yang terupgrade. Otak computer sudah pasti cerdas, jadi manusianya juga jangan kalah cerdas, betul apa betul hadirin? Apakah mau dikuasai oleh robot? Tentu tidak bukan? Manfaatkanlah media sosial dan kecanggihan teknologi saat ini dnegan sebaik-baiknya dalam hal yang baik.

Sekian pidato singkat yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih atas perhatiannya

Wabillahi taufiq wal hidayah, waridha wal inayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Senin, 05 Desember 2016

MULTIPLE INTELEGENCE


MULTIPLE INTELEGENCE
A.    Pengertian
Multiple  Intelligences adalah istilah atau teori dalam kajian tentang ilmu kecerdasan yang memiliki arti “kecerdasan ganda” atau “kecerdasan majemuk”. MIR (Multiple Intelegence Riset) adalah riset yang luar biasa yang membantu guru menemukan gaya belajar siswa. Biasanya MIR dilaksanakan pada saat penerimaan siswa baru yang bertujuan untuk memetakan kecerdasan masing-masing siswa.
Terdapat 7 kecerdasan manusia:
1.      Linguistik bahasa
Kecerdasan bahasa memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya.
2.      Musikal
Kecerdasan yang memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara non-verbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama. 
3.      Logkial-matematikal
Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). Ia suka angka, urutan, logika dan keteraturan. Ia mengerti pola hubungan, ia mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir deduktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang besar kepada hal-hal yang kecil. Proses berpikir induktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang kecil kepada hal-hal yang besar. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekonom akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.
Kecerdasan yang dimiliki siswa dalam berhitung, siswa yang belajarnya menyukai dengan angka-angka, dan berhubungan dengan logika yang dapat dipikir dengan nyata dan rumusnya tetap.
4.      Visual-Spasial
Visual adalah gambar, sedangkan spasial adalah hal-hal yang berkenaan dengan ruang dan tempat. Jadi dalam kecerdasan ini, siswa lebih mdah untuk belajar tentang geometri, sebuah ruangan, dan mudah untuk menghafal sudut pandang suatu objek.

5.      Kinestetik
Kecerdasan yag dimiliki siswa dalam bergerak, siswa aktif atau pandai jika pembelajarannya dengan menggunakan anggota badannya digerakkan. Biasanya siswa tersebut suka dengan dunia olahraga, siswa yang tidak dapat duduk diam dalam menerima pelajaran, jika dia diam itu merupakan siksaan bagi dirinya.
6.      Intra personal
Kecerdasan ini berhubungan dengan dii pribadi siswa. Karena pada kecerdasan ini, siswa mampu mengetahui dan memahami kekurangan dan kelebihan dalam cara belajarnya. Selain itu, mampu untuk memotivasi dan mendisiplinkan diri. Orang yang memunyai kecerdasan ini, menghargai nilai-nilai, etika (sopan santun) dan moral.
7.      Inter personal
Kecerdasan ini tentang pemahaman seorang siswa terhadap orang lain. Dia dapat memahami dan mengerti dengan mudah hati, perasaan dan tingkah laku seseorang. Atau dengan kata lain, siswa tersebut sangat peka terhadap orang disekitarnya. Umunya siswa ini dapat memimpin kelomponya.

B.     Rumus pembelajaran
Gaya Mengajar Guru = Gaya Belajar Siswa
Dalam rumus tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwasanya, guru dalam mengajar harus melihat kondisi atau cara siswa dalam belajar, agar pengetahuan dapat bermakna dan siswa dapat memahami pembelajaran dengan senang hati karena sesuai dengan cara belajar mereka. Jika kita sudah mengetahui gaya belajar siswa dengan tepat, maka kita akan dengan mudah melakukan pembelajaran dengan siswa. Kita dapat mengplikasikan strategi pembelajaran yang ada, baik itu berpusat pada guru maupun berpusat pada siswa. Misalnya saja kita dapat menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran tersebut sudah melingkupi beberapa atau keeluruhan dari tujuh kecerdasan siswa di atas. Itu adalah tugas kita sebagai guru untuk dapat memanfaatkan keahlian dan ilmu yang dimilikinya.





Daftar Rujukan 
Hamzah dan Nurdin. 2015. Belajar dengan Pendekatan P.A.I.L.K.E.M. Jakarta: Bumi Aksara